Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Part #15

Telah kukuatkan seluruh jiwa dan ragaku kala melihat mereka bersanding bersama disepanjang lantai Mall. Aku ada disana bahkan, disamping mereka. Adam tak seperti biasanya. Justru biasanya, ia mengkhawatirkanku tersenggol oleh lelaki lain. Tak ingatkah ketika hari-hari indah dan mengejutkan itu hadir dalam hidupku? Aku tak dapat menghapuskan memori itu dalam ingatanku. Kejadian itu masih tersimpan sangat pekat di otakku. Namun, saat ini? Aku selalu berusaha membuat lekukan indah dibibir mungil ku ini kala pecahan kaca itu menusukku. Aku sadar, aku tak pantas menyalahkan Farah. Tapi, sungguh. Aku tak dapat menyembunyikan kebencianku terhadapnya. Tak ingatkah bagaimana dukunganmu agar aku menjadi kekasih Adam? Isi hatiku yang selalu kucurahkan padamu? Mungkin aku egois jika aku membenci Farah. Namun kenyataannya? Seolah-olah semua ini permainan yang tak kukenali jenisnya. Baiklah, aku tak ingin melempar dadu. Semoga baik-baik saja.                                                          …

Part #14

Aku melihat Farah di Musholla. Sepertinya, aku mengenali rambut dan rompi itu. “Itu bukannya Adam?” Sontak aku mengedipkan mataku yang sempat tak berkedip. “Iya, itu Adam. Lihat, itu… Farah.” Jelas bukan hal yang mengagetkanku. Ini sudah tertebak. Sedari tadi, Adam meninggalkanku dan ia menapakki lantai Mall bersama temanku, Farah. “Qhey, aku mau siapin meja buat kita makan nanti, ya. Aku dan Nara duluan kesana ya. Restaurant Ramen, ya.” Farah dan Nara menawarkan kami. “Baiklah, nanti berikan aku kabar.” Farah dan Nara bergegas pergi untuk membooking meja. Jujur, sebenarnya aku sedikit kesal dengan Farah. Entah apa yang ada dipikirannya. Dia mengetahui perjuanganku untuk Adam. Tapi… Aku belum mendapat kalimat yang tepat untuknya. Rasanya banyak sekali tetes air mata yang kusembunyikan. Baiklah, aku menyandarkan tubuhku dibangku restaurant. Kami semua sudah berkumpul bersama. Tunggu, dimana Adam? Kali ini Adam tak menghilang bersama Farah. Justru, ia menghilang bersama kawan terbaiknya…

Part #13

Adam memintaku untuk mengajarkannya. Aku melihatnya sedari tadi guru kami menerangkan, ia malah bergurau dengan sahabat barunya. Aji. Bahkan, tanpa rasa dosanya, ia tetap saja bergurau disetiap goresan angka yang ia goreskan di bukunya. ‘ “Lihat, Qhey! Wajahmu tampak seperti ini… Hahaha…” “Dam, apa maumu?” Ia menggambar sebuah wajah, lalu ia membandingkannya denganku. Makhluk ini benar-benar menyebalkan. Jika aku tak menyukaimu, sudah kubunuh kau. Untungnya itu semua terkalahkan dengan perasaanku.             Karena sekolah kami menerapkan system pindah kelas disetiap pelajarannya atau sering disebut dengan Moving Class, kami kerap kali berkeliaran disekitar sekolah. Tapi, aku melihat pemandangan yang berbeda. Dibangku pinggir lapangan ada Farah dengan teman-temannya dan wanita junior kawat gigi yang tak kukenal namanya. Adam memilih duduk bersanding dengan Farah? Aku dan Meli membiarkan tubuh kami melintas dihadapan mereka. Kudengar gelak tawa dari mereka. Saat kami melintas, Adam sam…

Part #12

Baiklah, aku belum menemukannya untuk kali ini. Biarkan ia berkeliling-keliling sekolah. Kali ini pandanganku akan kufokuskan pada daftar nama dan kelas di mading. Aku memilih IPS sebagai jurusanku. Bukan karena aku bodoh dipelajaran IPA. Tapi, karena aku memang tertarik dengan semua pelajaran dijurusan IPS. Betapa bahagianya aku, aku kembali dipertemukan dengan Meli. Ia adalah kawanku di kelas awal ketika kami junior. Aku tak begitu akrab dengannya. Tapi setidaknya, ia mengetahui hubunganku dengan Adam dan ia akan mendengarkan curhatanku tentang Adam. “Mel, kita sekelas. Duduk bersamaku?” Aku memberanikan diri untuk memberikan penawaran. “Ide yang bagus. Semoga menyenangkan…” Aku rasa Meli menyetujui penawaranku. Kau akan menjadi pelabuhan isi hatiku, Mel. Tak perlu khawatir. Aku dan Adam, baik-baik saja. Bagaimana aku tak kaget, Meli menunjuk lelaki di kelas baru kami. Adam satu kelas denganku. Kebahagiaanku semakin bertambah. Aku akan lebih dekat dengan Adam. Lebih baik teman rasa …