Mengenai Saya

Foto saya
Please... Jadilah pembaca yang, cerdas, pintar dan berbudi pekerti. Terimakasih pengertiannya, Gais :) Semua yang saya tulis belum tentu saya dan semua yang kamu baca belum tentu itu kamu.

Jumat, 09 Desember 2011

Sekolahku Penghiburku


     

     Pagi ini hari Jum’at, seperti biasa aku harus berangkat ke sekolah. Tapi, kali ini aku benar-benar merasa malas, galau, pokoknya aku benar-benar merasa malas tidak seperti biasa …
     “Kak, jemputan udah dateng tuhh …“ pangil ibu saat aku sedang memakai sepatu.
     “Iya, mah ... berangkat dulu. Assalamu’alaikum ...“ pamitku kepada ibu. Aku pun bergegas menaiki jemputan dan duduk di bagian tempat duduk yang aku senangi. Selama perjalanan, aku tidak bercanda dengan teman-temanku seperti biasanya, karena ya.. itu tadi alasanku, aku sangat malas.
    Sampailah aku di sekolah yang aku cintai SMP Muhammadiyah 01. Yaa ... maklum saja aku cinta pada sekolahku, karena dari SD aku sudah bersekolah di SD Muhammadiyah 01. Aku tidak pernah merasa bosan sekolah disini, meskipun teman-temanku sudah merasa bosan.
     Saat aku memasuki kelasku kelas IX-2, tepatnya di lantai 2, sepi sekali. Aku pun memulai kegiatan yg wajib aku kerjakan yaitu mengajari anak-anak yang belum lancar membaca Al-qu’an. Alhamdulillah … aku di beri kepercayaan oleh guruku agar aku mengajari anak-anak yang belum lancar membaca Al-qur’an.
    Selesailah tugas pagi hariku ini di sekolah. Aku pun memasuki kelasku. Saat aku masuk ramai sekali, memang beginilah kelasku, saat pagi hari sangat sepi. Semakin tinggi matahari, semakin ramai pula kalasku. Aku sangat lupa hari ini, 2 mata pelajaran kosong, yayaya … rasa bete pun mulai menghampiriku.
    “Tan, galau ???“ ledek Okky temanku yang dari SD sampai kami SMP kelas 3 kami selalu sekelas.
   “Iya, niihh …“ jawabku dengan wajah yang kusut.
   “Waaahhh … 2 mata pelajaran kosong, nih … badmood, deh.“ keluh Vivin teman sebangku.
   Untuuungg … di kelas ku ada yang jualan gorengan, kalau ada jam kosong di kelas kami, kami pun membeli makannya dan memakannya.
   Saat aku dan vivin sedang bernyanyi. Tiba-tiba, anak laki-laki yang ada di kelasku berkumpul, karena Ipal membawa gitar mereka pun bernyanyi bersama bersama. Rifaldi atau yang sering di sapa Ipal, adalah pengiring ketika kelas kami sedang sepi, dengan menggunakan gitarnya.
   Tak lama kemudian, mereka berinisiatif untuk membuat hiburan. Olan, Albar, Okky, dan Ipal pun mulai memikirkannya. Tiba-tiba, mereka memilki ide yang cemerlang.
   “Haaaiii … gue Okky.“ ucap Okky dengan wajah yang datar.
   “Haaaiii … gue Albar.“  lanjut Albar dengan wajah yang kocak.
   “Haaaiii … dan ggguuee Olan.” tambah Olan dengan wajah yang sangat lucu.
   “Bertemu lagi bersama kami di BREM FM di 99,99 kurang 1 FM, tongkrongin terus sampe bosen.” Serentak mereka berkata.
   Dengan diiringi Ipal, mereka pun bernyanyi. Ternyata mereka sudah punya lagu. Lagunya mantepp … mereka aransemen lagu-lagu pop menjadi lagu khas  BREM FM.
   “Ini maksudnya apa ?” Tanya aku dan Vivin sependapat. Saat mereka selesai menghibur
   “Kita punya radio buat ngehibur aja, namanya BREM FM.” Ucap Albar, personil BREM FM.
   “Ohhh, iyah … kan PENSI sekitar bulan Desember, gimana kalo BREM FM tampil dan sekaligus launching album.” Inisiatifku saat aku udah gak bete.
   Kita pun punya rencana untuk launching album abal-abal BREM FM. Yaaa … karena lagunya keren-keren. Guru kami yang bernama Bunda Henny, terpukau terbahak-bahak melihat mereka bernyanyi, saat pengambilan nilai kesenian.
   “Mmmm … oke deh, tan. Siapa tau bisa lebih menghibur apalagi yang nonton dari kelas 7 sampe kelas 9 lumayan bisa eksis dikit.” Ucap Olan yang bisa membuat kita sampai Bunda Henny pun tertawa terbahak-bahak.
   “Okeh, ntar di usulin.” Jawabku.
   “Waaahhh … intan udah gak galau.” Okky meledekku
   “Hhe .. iyah ..” ucap ku.
   “Gara-gara ada BREM FM yah ??”  tambah Okky.
   “Iya sihh … menghibur juga.” Jawabku tersenyum.
   Saatnya kami menuju kantin untuk istirahat.
   Kriiiiiiiiiinnnggggg …
   Bel tanda masuk pun berbunyi. Saatnya pelajaran dimulai lagi. Kali ini jam pelajaran tidak kosong, kami harus belajar. Dengan serius kami belajar setelah tertawa terbahak-bahak dengan anak-anak sekelas. Pelajaran pun dimulai saat belajar kami mencoba serius.
    Kriiiiiiiiinnnnggggg ….
    Bel tanda berakhinya pelajaran pun berbunyi. Saatnya aku dan teman-teman keluar kelas dan menunaikan shalat Zuhur berjama’ah.
    Saatnya kegiatan extrakulikuler, karena aku tidak mengikuti extrakulikuler apa-apa jadi, aku pun bergegas pulang ke rumah bersama jemputan yang setia menungguku.
   Naahhh … kar’na itulah aku mengatakan SEKOLAHKU PENGHIBURKU, karena teman-teman dan kegiatan itulah yang menghiburku saat hatiku galau.