Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2014

Part #20

Astaga, mampu berapa banyak lagi benih-benih kebohongan yang mampu mereka sembunyikan dariku?
            Aku terus mengintai sosoknya. Disudut sekolah sekalipun, tak lupa untuk kuhampiri. Dimana mereka? Aku tak menemukan batang hidungnya. Sebenarnya, aku hanya mencari Adam, bukan Farah. Namun, karana mereka kerap kali menghilang secara bersamaan, rasa curigaku muncul sangat besar. Sepeda motornya tidak ada di parkiran. Rasa curigaku semakin parah, bahkan entah mengapa airmata di kelopak mataku ini sudah tak sabar untuk keluar. “Hey, lihat Adam?” Aku bertanya pada Haidar, teman satu sekolah sekaligus tetangganya. “Hmmm… Enggak, Qhey.” “Mengapa kau begitu kaku? Aku ini kawanmu! Bersikaplah seperti biasanya.” Aku mulai memukul bahunya. “Hmm… Aku ke kelas dulu, Qhey.” “Hey! Haidarr…! Sial, aku ditinggalnya.”             Sudahlah. Aku sudah lelah bertanya kesana-kemari dimana letak Adam. Aku harus beristirahat. Aku akan melupakan kejadian yang kualami bersama Haidar. Sebenarnya, aku masih b…