Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Part #24

“Qhey? Kok belum masuk kelas? Bukankah kamu tadi berangkat bersama Adam?” Tiba-tiba Mella menepuk pundakku dan aku tertangkap basah kalau aku berangkat sekolah bersama Adam. “Mel, enggak kok. Tadi aku berangkat sendiri. Ya, seperti biasa.” “Kamu bohong lagi sama aku, Qhey? Ku hitung-hitung kamu sudah banyak berdosa karena berbohong pada semua orang.” “Aku sama sekali tidak berbohong, Mell...” Aku tahu siapa Mella dan bagaimana sifatnya. Ia selalu berhasil menemukan kebohongan pada diriku yang selama ini memang kulakukan agar orang lain tidak iba tentang aku dan kehidupanku saat ini. “Aku gak akan mau buka mulut sebelum kamu jujur dari kebohongan yang sudah kamu perbuat pagi ini, Qhey.” “Eh, Mell. Yuk, kita masuk kelas. Tapi, kenapa kamu bisa diluar?” “Aku habis menaruh handphone di loker.” Mata Mella sangat tajam menatapku. Itu pertanda bahwa ia sedang membuat aku berkata jujur. Karena, aku belum menceritakan kepada siapapun tentang kejadian sepulang sekolah kemarin hingga kejadian pag…