Senin, 22 November 2021

Senandika

Berjalan menyusuri waktu dengan segala rahasia yang dimilikiNYA. Mau berlari, terlalu cepat. Mau berhenti, terlalu pasrah. Mau berjalan, tapi terlalu banyak rintangan. Lalu mau apa?

Putuskanlah berjalan bersama waktunya. Waktu dimana penuh dengan kejutan. Berdiri sendiri, berjalan sendiri, mau berhenti, sudah jauh. Mau berhenti, tapi bukan itu yang dimau.

Perlahan menghirup udara, lalu dihembuskan dengan kasar. Berharap tidak bertemu dengan segala kesulitan dan keresahan. Halah, nyatanya mustahil. Ya tidak akan mungkin.

Kalau memilih berjalan, tapi tidak semua orang sejalan. Kalau memilih berhenti, tidak semua orang ada di permberhentian yang sama. Maunya hidup sudah enak, tanpa berusaha. Konyol.

Lalu aku diam, bingung, benci dengan diri sendiri. Apalah yang dimau wahai diri? Apakah tidak ada celah baikmu?

Memang berbagi dengan diri sendiri paling bisa diandalkan. Dialah, Senandika.


MEyNULIS

Rabu, 15 September 2021

Kata Jadi Petaka

 Pernah gak ada diposisi kita selalu berhati dalam berkata, tapi lawan kita tidak? 

Pernah gak tersakiti karena sebuah kata, tapi semua biasa saja? 

Pernah gak berusaha menjaga tapi karena kata, tidak dijaga? 

Bener banget. Satu hal yang perlu kita pahami "gak semua orang bisa jadi seperti apa yang kita mau". Meskipun, kita sudah menahan segala hal buruk yg kita lakukan untuk orang lain. Menagan diri untuk tetap santun, tetap beradab, tetap menjaga perasaan orang, tapi justru yang kita dapatkan sebaliknya atau mungkin justru perilaku kita salah dimata orang. 

Memang sebagian manusia tidak bisa intropeksi diri atas kesalahannya kepada orang lain. Tidak bisa dan gak akan bisa. Karena porsi dan persepsi setiap manusia berbeda. 

Think before you talk. 

Think before your words become disastrous.

(for others)


- Mey, 15 September 2021 • 21.50 WIB